Diberdayakan oleh Blogger.
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

Si Elang

Minggu, 18 November 2012

FOTO AKSI TEARTERICAL BAKAR DIRI SOLIDARITAS PALESTINA TAHUN 2009.
3 Tahun yang lalu aku melakukan aksi itu untuk Palestina, kini kembali bergejolak. Aku hanya bisa berdoa:


Si Elang

Ya..Allah
Burung elang kelaparan
Cakar dan pelatukanya tebarkan an
caman
Lancarkan aksi peperangan

Ya...Allah
Perang sudah menjadi makanan
Saling berebutan ingin menang
Mengalah atau perdamaian sepertinya bukan jalan

Ya...Allah
Perang adalah burung elang
Semua jadi korban
Semoga ada jalan
Sinar rembulan kian terang si elang terdiam
Semarang, 18 November 2012

Tuhan FB-an yuk

Jumat, 07 September 2012



Tuhan
Di malan hampir larut
Aku pinta statusmu
Tuhan rindu hamba yang merindu
Di sudut ruangan ini kita bercinta
Hingga lupa hidangan nikmat dunia

Tuhan
Ini hamba sedang berpuasa
Menahan lapar dan dahaga
Maryam saja berani tak bersua

Menjadi hamba sepertinya mudah saja
Beda jadi pemimpin dunia

Tuhan
Mereka berebut asmaramu
Lupa janji syahadatmu
Jika ditanya seperti batu
Semarang, 14/08/12

Ajari aku jadi orang Indonesia

Kamis, 16 Agustus 2012


Berikan satu mata kuliah saja
Maksudku; ajarkan aku mengenal Indonesia
Aku tak mengerti Indonesiaku

Tentu anda tau maksudku
Tentu anda faham betul
Biarkan aku mengenal Indonesiaku
Sudah lama taruh pantat dibangku sekolah
Nasionalisme tak kunjung hadir

Aku tak menggekang anda
Sekedar ingin bertanya
Sebab aku dan dua ratus juta orang gagap mengenalnya

Ajari aku jadi orang Indonesia
Katanya tanah, air dan udara milik Negara
Tapi mengapa ia lupa negerinya
Meski dua ratus juta orang mengerti
Apa ini orang Indonesia

Ajari aku jadi orang Indonesia
Meski tak mengerti tapi tau diri
Semarang, 14/08/12

Doa Juangku

Jumat, 10 Agustus 2012

 (Foto aksi taterikal bakar diri untuk dukung Palestina di depan Tugu Muda Semarang)

Doa Juangku
Wahai kau yang bersenjata
Yang mengangap Palestina tanahnya
Akan aku rangkaikan senjata yang penuh kalimat cinta
Tapi...apakah pantas jiwa kami dan engkau senantiasa berbeda
Kau hembuskan seruling kematian hingga darah tumpah ruah
Sedangkan aku hidup menunggu mati oleh ledakanmu
Wahai jiwa yang terurai penuh kekhusyukan
Janganlah sembunyikan ridho-Mu dari tangan-tangan kami
Yang senantiasa bermunajat diantara siang dan malam-Mu
Berilah karunia cinta-Mu pada setiap langkah kami
Berilah kami perisai ruh yang sesuai kalam suci-Mu
Yang selalu berjuang memakmurkan bumi-Mu
Bawalah kami menuju tangga ridho-Mu
Bawalah kami kembali teguh kepada keyakinan atas agama-Mu
Yang akan berperang tuk menjaga kehormatan tanah-Mu
Aku sengaja mengeja damai mencipta ruang yang hilang
Ajarilah aku yang menangis bagai lilin
Ya...Rabb! air mata mana yang tahan jika mati menjadi harapan
Ya...Rabb! mata mana yang tahan jika hidup tidak menjadi nyaman
Ya...Rabb! telinga mana yang tahan jika ada api yang membakar
Hidup pada reruntuhan dinding-dinding yang bebas dari segala ikatan
Pantang menyerah sebagai wujud-Mu, tetangga menjadi musuhku
04/01/2009 (23.27)

Kau Anggap

Terima kasih atas teror dan ledakanmu
Kau beri aku darah dan tangisan


Aku junjung kedamaian
Kau anggap pembantaian
Aku junjung persahabatan
Kau anggap permusuhan
Aku junjung kejujuran
Kau anggap kemunafikan


Terserah kau bicara apa...!
Perang tetap menjadi idola

Damai Negeri

Dunia memang sudah gila
Kenapa aku sebut gila
Sebab kamu mencuci otakmu dengan senjata
Kau tumpahkan darah di mana-mana
Sampai-sampai manusia kau anggap binatang melata


Dunia sudah tidak berakal
Kenapa aku sebut tidak berakal
Karena Yahudi mengangap Palestina tanahnya
Kau zinai bumi dengan air mani dosa
Sampai-sampai rerumputan kau anggap emas

Dunia ini penuh dengan air kencing
Toilet kau buat sigasana raja
Hingga harga manusia sama rendahnya
Kau hisap susunya sampai kering tak berbuih
Ah...memang dasar Israel
Palestina kau jadikan mainan
Ke sana ke mari hanya ketakutan
Kau anggap ini negerimu
Tapi...
Bolehkah aku.....damai di negerimu

Dasar tak tahu malu

Tambah Bingung

Mata kau bilang hidung
Hidung kau sebut mulut
Tangan kau angap kaki
Air liur kau namakan darah
Rambut kau jadikan jangut
Aku semakin bingung
Atau...terserah kamu saja
Pikiranmu teralalu cerdas untukku
Sampai tak tahu mana yang benar
Aku tambah bingung
Tapi...itu semua keinginanmu
Perilakumu sangat menyimpang dariku
Tak tahu mana yang baik
Aku tak habis pikir
Masih saja ada orang sepertimu
Atau aku yang tak tahu
Atau kamu yang tak punya malu
16/12/08

Selingkuh Malam

Hai…sedang apa di tengah malam begini
Rumput dan batu berzikir memujanya
Lha...kamu sendiri kenapa tertunduk
Di bahtera lautan hempasan gelombang angin
Kau belum menjawab pertanyaanku
Kenapa kau balik tanya kepadaku
Atau...

Akhiri saja episode ini
Anggap aja semua ini tak pernah terjadi
Enak saja kau akhiri
Padahal aku baru memulai
Selingkuh ditengah malam seperti ini
Ingat...
Jangan bilang siapa...siapa!
Ini rahasia antara kau dan aku
Aku ingin melebur dengan nafasmu
Aku ingin menyatu bersama malammu
16/12/08

Asyik Embek

Kau ajari kambing
Untuk bicara
Apa lagi baca
Bahkan berhitung

Mereka bukan kambing
Tapi dungu
bodoh
Dang egois

Kambing atau manusia
Kambing makan rumput
Manusia makan nasi
Jelas berbeda

Kambing bukanlah manusia
Tapi
Manusia bisa jadi kambing
Embeeeek....!
23/02/09 (00.10)

Alas Kaki

Tanpa alas kaki
Merah jadi biru oleh debu
Terkikir sesuap logam biru
Atau selembar uang seribu

Kau beri alas kaki
Putih jadi suci oleh janji
Terdampar ke pulai asing
Atau terlempat di negeri sendiri

Alas kaki aku lepas
Bau kelur menyengrak hidung
Meneriaki kulit indah
Namun baunya mematikan

Aku cuci alas kaki
Biar rasa itu berubah
Tapi…air siapa
Kini semua telah sirna
(08/08/09)

Ajari Aku

Kau ajarkan aku befikir
Supaya aku berbeda dengan yang lain
Namun setelah aku berbeda aku menjadi aneh
Aneh sebab rambutku semakin memutih
Kau ajarkan kembali untuk bertindak
Supaya teraktualisasi pikir ini

Namun setelah aku bertindak aku menjadi gila
Gila karena yang mengajarkanku telah menjadi gurunya gila
Gila akan kepintaran hingga mengakali orang tidak berakal
Aku putuskan berpisah denganmu
Tak sudi menjadi orang pintar yang gemar memintari
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mahasciena
Copyright © 2011. Mahasciena - Lukni Maulana - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Inspired by Lukni Maulana
Present by Rumah Pendidikan Sciena Madani